Tribute: Perkembangan GILA dalam 1 tahun Ekonom Gila

Siapa sih yang nggak tau sama Ekonom Gila? Buanyakkkkkkk tuh… Bwahahaha… sok eksis banget ya EG :p Tapi, coba deh pembaca yang budiman dan cantik/ganteng (duileee ada maunya!) googling dengan kata kunci “ekonom”, lalu apa yang terjadi? Tang traaaaa raaaaa… diurutan ketiga ada ekonomgila.blogspot.com! Percaya atau tidak ini adalah kenyataan di dunia maya!!! Siapa sih diantara kita (atau kami tepatnya???) yang bakal menyangka juga bakalan bisa berkembang sejauh ini? Menyangka sih nggak, tapi ngarep iya… hahahaha…

Setahun yang Lalu

Sumpah deh, sampe sekarang ya saia nggak pasti tau tentang dua sejoli Om Yoga dan Mas Aul, pencetus ide dan pemrakarsa blog ini. Entah iya atau tidak saia seangkatan sama dua makhluk itu (tuaan siapa gitu maksudnya :p), wajahnya seperti apa (yang belakangan saia akhirnya tau juga dari fb dan publikasi maya lainnya), yang jelas nggak asing sih sama kedua nama tersebut. Chemistry nggak harus dari pertemuan nyata kan? Dengan kesamaan visi dan keinginan menjadi gila, maka tanpa pandang usia dan wajah bergabunglah kami.

Saia menemukan sendiri Ekonom Gila, yang kala itu kira-kira berisi 10 postingan, berkat facebook notes Yoga yang berujung ke blog ini. Lantas saia memutuskan nyebur menjadi orang ketiga di hubungan gila mereka, mempublikasikan EG dan menjerat (untung nggak memelet) orang-orang yang berpotensi untuk menjadi penulis ikut bergabung. Setelah 1 bulan koar-koar soal EG, ditodong deh untuk nulis dan menelurkan postingan pertama penuh rasa bersalah dengan kegamangan — ditolak nggak nih yaaa.

Jadilah tiga makhluk yang bener-bener nggak sama sebagai icons EG kala itu (ngarang ne :p)Trio gelo ini mewakili banget cakupan tiga ilmu utama yang di Fakultas Ekonomi (dan Bisnis) di Indonesia: Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi. Mengusung brand Ekonom Gila yang tak perlu diubah menjadi Dodolnomics (saia sudah pernah membahasnya secara logis di sini), yang cukup pas mewakili ramuan-ramuan pemikiran gila, bergeraklah kami menulis dengan target 1 bulan 1 artikel per 1 orang sambil menjaring dan menerima penulis-penulis baru yang gila dan juga yang ingin menjadi netralisir.

Supply vs Demand

Ada masanya kita kelimpungan banget, waktu penulis belum mencapai 10. Belum lagi ada kesibukan masing-masing: ada yang serius skripsi, hectic dikejar deadline kerjaan, depresi ngelamar kerjaan sampai takut nasibnya berujung jadi supir, ada yang persiapan mau pendadaran, sampai ada juga patah hati dan galau. Saia pribadi rasanya khawatir akan kehilangan fans EG karena konten yang nggak tiap hari bisa di-update. Nggak mau banget jadi blog yang mati suri (lebay deh ah :p)

Memang sih, tawakal itu adalah golden rule untuk dapat bertahan di dunia yang kejam ini: berusaha maksimal dan berserah pada Tuhan. Kalo bahasa gelonya: “Hidup itu seperti diperkosa, hanya dua cara untuk menghadapinya, enjoy aja atau melawan!” Jadi, dengan menyusup ke jaringan internet kantor sebisa mungkin (ngaku dosa), eksistensi EG diperjuangkan. Sebaliknya, ada kondisi harus melepaskan pandangan dari EG ya tawakal aja.

Tuhan itu baik, satu demi satu malaikat datang ke sarang penyamun EG. Tiba-tiba saja, yang dulunya diajak dan minta waktu untuk pikir-pikir, datang untuk mengiyakan lamaran. Ada juga komentator yang tertarik untuk menjadi penulis. Ada pula yang berbaik hati membuatkan logo. Itu dari sisi supply, maksudnya penyediaan konten dan sebagainya. Dari sisi demand, kita dibantu oleh teman-teman yang berbaik hati mau share lewat media-media sosial, hingga sekarang seperti bermimpi 100.000 hits juga sudah tembus. 

Atmosfir EG

Uniknya di EG, ada atmosfir yang beda banget dari tempat bekerja yang lain. Ya, tentu saja di EG ini kita bekerja dan bayarannya kapan-kapan taon dan nggak ada yang tau kejelasannya (ingat tawakal!) Di EG itu: nggak tingkatan keanggotaan (semua penulis memiliki hak dan kewajiban yang sama), nggak ada keharusan mencapai target (1 postingan setiap 1 bulan), nggak ada saling gusur dan bentrok. Adanya yaaaaa orang gila semua dengan ide dan gaya yang di luar lingkaran normal.

Kebebasan tersebut malah menjadi culture yang membuat semua kita kompak. Inisiatif saja untuk melakukan sesuatu atau melontarkan ide, dan niscaya dihargai. Ada yang memaparkan permasalahan di grup, lalu yang lain kasih komen. Kalau ada orang yang agak rese, ya itu mungkin cuman satu biji aja, saia: si tukang palak postingan dan pentarget hits blog, jumlah like page, jumlah postingan (nggak serem kok tapi :D)

Sampai sekarang saia belum bisa mendefinisikan jenis sindikat apa EG ini. Yang pasti, EG menjadi salah satu bagian hidup saia dan personil EG lainnya menjadi sahabat dunia maya saia *sambil berkhayal tentang kopdar*. EG membuat saia bisa menulis sesuatu yang bertema lebih serius dengan keadaan saia yang nggak bisa terlalu serius, plus memaksa saia untuk membaca sebelum membagikan atau mengomentari sebuah postingan (otomatis menambah wawasan), dan bersama-sama belajar membuat tacit yang ada di kepala menjadi sesuatu yang berguna bagi orang banyak.

Happy Birthday Ekonom Gila! Happy 100.000 hits!!!

Advertisements