Feng-Shui-Nomics

Oleh: Yoga P.S

Ketika jalur kereta api cepat (MRT) dibangun di Singapura, seorang rahib memberikan peringatan bahwa feng shui (dibaca fung shway) Singapura bisa rusak. Sang rahib memberikan solusi: semua keluarga harus memasang cermin Pa Kua (benda segi delapan yang sering ada di film2 vampir) dirumah mereka. Bagaimana mungkin warga Singapura yang multi etnis bisa dipaksa memasang Pa Kua?

Begitu kreatifnya pemerintah disana sehingga menciptakan kebijakan ekonomi ala feng shui. Feng-shuinomics. Karena tiba-tiba beredar uang logam pecahan 1 dolar Singapura berbentuk segi delapan seperti Pa Kua!
Cerita belum selesai disini saudara-saudara. Karena Singapura kembali mengalami krisis pada 1985-1986. Penguasa tadi kembali bertanya kepada almarhum rahib. Ternyata koin 1 dolar Singapura tidak menyimbolkan Pa Kua sama sekali. Lalu muncul kebijakan feng-shuinomics baru: label pajak jalan bersegi delapan!
Begitu kuatnya pengaruh feng-shuinomics sehingga ketika sang rahib menyarankan adanya symbol naga pada pojok kanan atas pecahan 50 dolar Singapura, eh pemerintah disana manut-manut aja! Dan munculah uang bergambar jembatan layang menyebrangi sungai Singapura dengan naga dipojok kanan sebagai pelindungnya.
12967133031733044364
Perhatikan gambar naga dipojok kanan atas

  

Emang ngaruh ya feng shui sama hokky ekonomi?
Feng Shui
Menurut Lillian Too dalam Essential Feng Shui, feng shui adalah pengetahuan Cina kuno yang menjelaskan bagaimana hidup harmonis dan seimbang dengan lingkungan guna memperoleh nasib baik yang sangat menguntungkan. Menurut masyarakat Cina, ada 3 jenis keberuntungan: keburuntungan langit (takdir), keberuntungan bumi (serasi dengan lingkungan), dan keberuntungan manusia.
Feng shui berusaha meningkatkan keberuntungan bumi. Tetapi feng shui tak bisa mengubah keberuntungan langit. Jadi, jika langit sudah menakdirkan saya menjadi orang baik, kaya, dan bahagia maka feng shui seburuk apapun takkan mampu mengubah nasib saya (di Amin-nin donk… hehehe).
Feng shui ada sejak 5 ribu tahun yang lalu. Salah satunya lewat karya I Ch’ing. Pengetahuan ini lalu diturunkan dari generasi ke generasi. Hampir semua pemimpin China sangat mempercayai feng shui. Mantan Gubernur Hong Kong, CH Tung menolak tinggal dirumah dinas baru karena merasa feng shuinya tidak menguntungkan. Mayoritas pebisnis juga memperhitungkan feng shui sebelum membuka bisnis (sebuah survey menyebut hingga 70%).
Bahkan Feng shui sampai mempengaruhi system akuntansi di China! Dalam akuntansi Cina klasik (ternyata profesi akuntan udah ada sejak jaman kaisar Qin sekitar 200 SM), perpaduan unsur yin dan yang membuat pengelompokan akun tidak begitu berarti. Tidak ada pembagian modal vs kewajiban, atau modal vs pendapatan. Prinsipnya uang masuk harus sama dengan uang keluar (Lin:1992). Nama2 teknik akuntansi juga terpengaruh feng-shui. Ada akun bernama Tian (surga), Di (bumi), He (seimbang), dan Zhang (system akuntansi).
Menurut Lilian, Ada 9 prinsip utama feng shui
1. Pa-Kua dan kotak Lo Shu. Ini seperti simbol2 dalam film Vampir
2. Memperoleh tanah yang menguntungkan
3. Memilih dan membuat bentuk beraturan
4. Mengaktifkan 5 unsur
5. Menyeimbangkan Yin Yang
6. Napas kosmis naga
7. Menghindari hawa pembunuh
8. Menggunakan symbol dan angka
9. Formula feng shui
Feng shui berurusan dengan symbol. Contohnya ketka membeli tanah. Tempat terbaik menurut feng shui, utara dikelilingi kura2 hitam, di selatan ada burung phoenix merah, disebelah kiri ada naga hijau, dan macan putih dikanan.
Weits, kita tak perlu meminjam mesin waktu doraemon untuk mendapatkan hewan2 diatas. Semua hanya symbol. Kura-kura berarti bukit, naga hijau adalah rerumputan subur, macan bisa diganti dengan gambar, dan phoenix merah bisa diganti dengan ayam.
Dalam bisnis juga gitu. Kita bisa meningkatkan keberuntungan dengan meletakkan akuarium (unsur air) dengan 8 ikan emas hias (atau arwana). Unsur air lebih baik diletakkan di utara. Bisa juga dengan mengikat tiga koin Cina yang diikat sisi Yang-nya. Atau memasang cermin dan seruling bamboo yang diikat pita merah disekitar kasir untuk meningkatkan pendapatan toko. Tujuan feng shui adalah meningkatkan energy 5 unsur: Api, Air, Tanah, Kayu, logam. Dan semuanya tergantung dengan angka Pa Kua kita.
Berdasarkan rumus Pa Kua Lo Shu (coba cari angka Pa Kua anda di buku2 feng shui), saya lahir pada tahun api dengan Shio Kelinci Kayu. Dengan angka kua 4, berarti saya termasuk kelompok timur. Dengan arah terbaik di utara, arah kesehatan di selatan, arah percintaan di timur, arah pengembangan pribadi di tenggara, arah sial di barat laut, arah lima hantu di barat daya, arah 6 pembunuh di barat, dan arah kehilangan total di timur laut.
So what ngono loh?
Saya termasuk orang yang tidak percaya klenik, meski untuk kasus feng shui, ada pembenarannya juga. Feng shui melarang adanya sudut tajam dalam rumah (bisa bahaya). Feng shui sangat mengedepankan harmonisasi lima unsur alam (dan memang jadi enak dipandang). Sebisa mungkin Feng shui kantor didominasi energy Yang (cerah, hidup, ceria), sedangkan kamar tidur bersifat Yin (tenang, lembut, teduh) kalau ini saya sepakat 100%.
Feng shui mengajarkan keseimbangan alam. Harmoni diri dengan semesta. Mengajarkan jika kita, manusia, hanyalah partikel kosmis alam raya. Kita tak bisa mengendalikan alam, kita hanya bisa menyesuaikan dengan alam.
Tapi jika Feng Shui berkaitan dengan keberuntungan, maka saya percaya keberuntungan bergantung pada apa yang kita lakukan. Kita kerjakan. Kita perjuangkan.
Seperti cerita Mengchang (abad 4 SM) yang dianggap ayahnya sebagai anak pembawa sial karena memiliki tinggi diatas rata-rata anak kebanyakan. Ketika masuk rumah, ia harus menunduk. Hal ini membawa kesialan menurut sang Ayah.
Mengchang lalu bertanya, “Mana yang lebih ayah percaya, takdir oleh langit atau pintu?”
“Jika ayah percaya takdir dari langit, bagaimana ayah bisa tahu jika nasib kita akan sial? Jika ayah percaya takdir dari pintu, mengapa tidak kita tinggikan saja pintunya?”
12967134951466640356
Diagram Bagua

Daftar Bacaan Orang Bego
Gao, Simon dan M.H Schachler. 2003. The influences of Confucianism, Feng Shui and Buddhism in Chinese Accounting history. Accounting, Business & Financial History 13:1 halaman 41-68
Tang, Michael. 2006. Kisah-kisah Kebijaksanaan Cina Klasik. Jakarta: Gramedia
Tobias, Lori. 2003. Change Your Life with Feng Shui. Vegetarian Times halaman 37-41
Too, Lillian. 2000. Lillian Too’s Essential Feng Shui. Jakarta: Gramedia

Advertisements