Accounting Profession

Oleh: Muh Fatchul Ulum

Apakah itu profesi?? Kalo diterjemahkan dengan kamus besar bahasa orang awam (emangnya ada..!) profesi biasanya dikaitkan dengan pekerjaan/bidang pekerjaan. Misalnya orang yg bekerja sebagai seorang dokter bisa dikatakan profesinya adalah dokter, bekerja sebagai bintang film bisa dikatakan profesinya artis/aktor, CMIIW. Begitu juga dengan orang yang bekerja dalam bidang akuntansi bisa dikatakan profesinya adalah sopir angkutan (loh..), akuntan maksudnya (hehe).

Lalu apa sajakah jenis-jenis profesi akuntansi itu?? Tentu mahasiswa yang mengambil jurusan akuntansi ingin tahu apa sajakah profesi yang bisa digelutinya nanti setelah lulus kuliah. Mungkin sebagian besar mahasiswa akuntansi kalau ditanya “mau jadi apakah kalian nanti kalo sudah lulus kuliah??”, saya yakin sebagian besar dari mereka akan menjawab jadi akuntan, sebagian menjawab jadi auditor, atau bahkan ada yang menjawab jadi manten(pengantin), haha udah kebelet kali ya…? Ok, kembali pada jawaban mayoritas “ jadi akuntan”, trus pertanyaan dilanjutkan “jadi akuntan apa??” mungkin sebagian lagi pada bingung sambil dalam hati berkata “akuntan apa ya enaknya?? ya pokoknya akuntan lah.. la wong jurusannya akuntansi, masa jadi psikolog..! salah sambung cuy..”.

Baiklah biar mereka gak pada bingung, langsung saja penulis akan menjelaskan macam-macam profesi akuntansi menurut sepengetahuan penulis (jadi bila saya ada kesalahan mohon mangap selebar-lebarnya.. maksudnya mohon maaf sebesar-besarnya karena ini adalah debut pertama saya di EG ini, hehe).

Financial Accountant
Akuntan ini adalah akuntan yang berhubungan dengan penyusunan laporan keuangan kepada pihak-pihak luar yang berkepentingan dengan laporan keuangan dari entitas/organisasi dimana dia bekerja. Karena pihak-pihak luar tersebut beragam kepentingannnya, maka laporan keuangan yang dihasilkan harus bersifat “general purpose”, oleh karena itu diperlukan suatu aturan dalam penyusunan laporan keuangan yang disebut “Standar Akuntansi Keuangan”. Akuntan ini beragam levelnya mulai dari clerk (tukang jurnal dan entry data), supervisor, sampai dengan kepala akuntansi tergantung luas organisasi.

Auditor
Auditor ini merupakan akuntan pemeriksa, dalam hal ini yang diperiksa adalah laporan keuangan yang disusun oleh financial accountant apakah sudah sesuai dengan Standar Akuntansi dan Prinsip-prinsip Akuntansi Berterima Umum (Generally Accepted Accounting Principles, bahasa kerennya getu), kemudian memberikan pendapatnya. Dalam perkembangan saat ini profesi auditor tidak hanya berhubungan dengan pemeriksaan laporan keuangan, tetapi juga pemeriksaan Sistem Pengendalian Internal dan Kepatuhan Perusahaan terhadap peraturan-peraturan yang berlaku. Secara umum auditor ini ada 2, yaitu: internal auditor yang tak lain adalah karyawan perusahan itu sendiri (biasanya bertugas di bagian SPI) ,dan eksternal auditor biasanya disebut akuntan publik (akuntan ini bekerja di KAP).

Management Accountant
Akuntan ini berhubungan dengan penyediaan informasi keuangan untuk kepentingan internal. Informasi tersebut tersebut tentunya akan digunakan akan digunakan untuk proses pengambilan keputusan oleh manajemen peusahaan, misalnya monitor arus kas, penetapan harga dan produksi, investasi, pembelanjaan, dll.

Cost Accountant
Akuntan ini menurut penulis adalah bagian dari akuntan manajemen yang bertugas dalam monitor dan penetapan harga pokok produksi. Tentunya tidak semua perusahaan memiliki karyawan jenis akuntan ini, perusahaan manufaktur tentu butuh akuntan jenis ini tapi perusahaan yang usahanya di bidang financial service tentu tidak.

Tax Accountant
Sesuai dengan sebutannya akuntan jenis ini tentu tugasnya adalah mengenai segala sesuatu tentang perpajakan perusahaan. Dalam bahasa kasar seorang tax accountant ini berusaha bagaimana caranya perusahaan terbebani pajak sekecil mungkin tanpa melanggar peraturan perpajakan yang berlaku. Laporan keuangan yang digunakan untuk tujuan perpajakan berbeda dengan laporan keuangan untuk tujuan lain, bukan apa-apa tetapi karena konsep dan metode yang digunakan memang biasanya berbeda.

Akuntan Pendidik
Akuntan ini memang tidak serta merta disebut memiliki profesi akuntan, malahan sering disebut profesi pengajar/pendidik. Tetapi juga tidak sedikit dari mereka yang berprofesi sebagai akuntan profesional. Apabila dilihat dari kontribusinya , akuntan pendidik ini justru sangat mulia dan penting sekali keberadaannya dalam menghasilkan akuntan-akuntan profesional.

Nah.. itulah beberapa jenis profesi akuntan (setidaknya yang saya ketahui, hehe.. mungkin ada yang mau menambahkan). “Tapi apakah hanya itu profesi yang bisa digeluti oleh jebolan jurusan akuntansi???”, tentu tidak!! Banyak lulusan akuntansi yang berprofesi lain, tapi tentunya masih berhubungan dengan akuntansi atau setidaknya masih berhubungan dengan keuangan, misalnya: Budget & Cost Controller, Banker, Financial Analyst, Financial Consultant, Treasurer, dan lain sebagainya. Kalo tidak percaya coba lihat berbagai lowongan pekerjaan untuk posisi-posisi tersebut, pasti syaratnya adalah antara lain adalah lulusan akuntansi. Jadi?? Selanjutnya terserah anda..