Who am I – Micro Insurance

Oleh : Artanto Budi Nugroho

Latar belakang?
Saya adalah orang yang concern di bidang Micro Economic khususnya yang ada di Indonesia. Karena bidang Micro Economic ini merupakan salah satu faktor dan pilar penting dalam menopang  tatanan ketahanan ekonomi bangsa ini dikala menghadapi berbagai macam serangan krisis ekonomi dan sektor inilah yang membuat perekonomian Indonesia saat ini dapat bertahan menjadi lebih baik serta lebih kuat dalam mengatasi krisis baik di masa lalu maupun untuk masa depan.
Dalam hal ini saya akan membahas tentang hal yang belum begitu populer di telinga masyarakat ekonomi menengah ke bawah yaitu  Micro-Insurance (Asuransi Berbasi Mikro)

Produk Mikro Asuransi ( Micro Insurance ) ini, yang juga tergolong sector bisnis baru di Indonesia sangat perlu dikembangkan untuk menjamin serta mendukung perekonomian rakyat yang berbasis UMKM serta melindungi kehidupan masyarakat di kalangan menengah – kebawah agar bisa menjadi lebih baik untuk kedepannya.

Bagi masyarakat miskin dan pelaku UMKM, berbagai peristiwa bencana seperti penyakit, kecelakaan, PHK, gagal panen atau kematian memberikan dampak yang jauh lebih kuat. Mereka mengalami kerugian yang lebih besar terutama dibidang finansial antara lain karena mereka tidak memiliki tabungan yang cukup untuk menyerap guncangan yang diakibatkan bencana, atau mereka tidak punya akses ke sumber kredit yang lebih murah setelah mereka mengalami bencana. Hal tersebut pada akhirnya semakin menjerumuskan mereka kedalam jurang kemiskinan. Dalam hal ini, dibutuhkan sistem manajemen risiko yang lebih baik untuk menopang masyarakat berpenghasilan rendah, agar mereka terbantu dalam menghindari tekanan finansial yang semakin besar. Salah satu solusi yang memungkinkan adalah ‘asuransi’. Sayangnya masih banyak faktor yang menghambat masyarakat miskin mengakses atau menggunakan asuransi (menurut World Bank), antara lain:

  • Produk asuransi yang kurang baik atau yang kurang dirancang dengan baik
  • Standar penyediaan layanan yang masih belum memadai (misalnya penyelesaian dan dokumentasi  klaim)
  • Biaya transaksi yang besar (mendistribusikan produk asuransi rendah biaya
  • Lingkungan operasional dan peraturan yang menyulitkan bagi penyedia jasa (berurusan dengan penyediaan layanan yang bersifat non-tradisional dan jalur-jalur distribusi)
  • Informasi yang kurang memadai yang menyebabkan  penetapan harga risiko yang bersifat konservatif atau premi awal yang tinggi,
  • Persepsi yang kurang baik terhadap risiko, terutama karena kurangnya kesadaran atau ketidaktahuan mengenai bidang keuangan

Meningkatkan pengelolaan risiko dan mengembangkan instrumen yang lebih baik untuk menyebarkan risiko dikalangan masyarakat miskin akan menjadi sangat penting bagi upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Selama beberapa tahun terakhir penyedia jasa asuransi telah bergerak secara aktif di tataran Mikro Asuransi dimana hal tersebut telah membuka wawasan baru bagi penyedia jasa asuransi pada umumnya dan masyarakat miskin pada khususnya, untuk secara aktif mengelola risiko mereka. Walaupun terjadi lonjakan, namun sepertinya tetap ada permintaan besar – supply gap dalam hal akses asuransi bagi masyarakat miskin. Diperkirakan bahwa tidak lebih dari 1,5-2,0 juta dari lebih dari 34 juta penduduk miskin hidup di bawah garis kemiskinan di Indonesia ( sekitar 1,7 US$/hari/kapita ) memiliki akses asuransi (tidak termasuk Jamkesmas). Untuk membuka potensi pasar ini dan memperluas akses, inovasi dan kreativitas harus dibebaskan. Kemitraan yang baru dan non-konvensional harus lebih digiatkan untuk menggarap sector Mikro Asuransi ini.

Apa sih pengertian Mikro Asuransi ?
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyadari perlunya regulasi khusus yang mengatur tentang Mikro Asuransi mengingat semakin banyak perusahaan asuransi yang melirik lini bisnis ini. “Belum ada definisi yang tepat mengenai Mikro Asuransi. Oleh karena itu pemerintah selaku regulator masih mengeksplorasi produk Mikro Asuransi ini ”

Tetapi menurut saya : Mikro Asuransi adalah suatu mekanisme untuk mengalihkan resiko (risk transfer mechanism) dengan cara mengalihkan resiko dari satu pihak (tertanggung) kepada pihak lain (penanggung) dalam sekala kecil (mikro) / menengah ke bawah guna untuk mendukung kesetabilan ekonomi micro di indonesia yg sedang berkembang ini serta sangat butuh perlindungan ketika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan kepada peserta mikro asuransi (missal : bencana, penyakit, PHK, dll).

Misalnya : untuk memberi proteksi ke nasabah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) seperti pedagang bakso, pedagang kerajian tangan, usaha kerajinan sepatu dan sandal serta Industri Rumah Tangga lainnya yang bersekala kecil.

Bagaimana potensi Mikro Asuransi bagi bisnis asuransi ?
Potensi Mikro Asuransi sangat besar, tinggal bagaimana kita menemukan mekanisme yang tepat untuk menghimpun premi lebih banyak meskipun dari segi pendapatan premi di asuransi ini sangat kecil tapi asuransi ini memiliki program jangka panjang yang menggiurkan dalam pengembangan bisnis asuransi ini mengingat besarnya penduduk Indonesia yang berada dalam kondisi keluarga dengan ekonomi menengah – kebawah. Dari riset PT Allianz Life Indonesia berkerjasama dengan lembaga Riset the Smeru dan Universitas Adelade Australia menyebutkan bahwa masyarakat kelas bawah sangat sedikit tersentuh asuransi. Sementara dalam aktifitas kehidupan masyarakat tersebut memiliki kebutuhan yang sama seperti kelas menengah dan atas dimana semuanya itu butuh perlindungan asuransi dalam setiap kegiatan Usaha Mikro, Kecil dan  Menengah yang mereka lakukan sehari – hari, sehingga dengan Mikro Asuransi ini masyarakat  akan mudah memiliki asuransi apalagi dari segi harga preminya sangat terjangkau. 

Hambatan Terbesar Mikro Asuransi di Indonesia saat ini yang harus di taklukan ?
Insurance minded masyarakat masih rendah. Kalau dibandingkan dengan beberapa negara, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina, kita masih jauh di bawah. Kesadaran berasuransi di masyarakat belum menjadi prioritas utama sebagai kebutuhannya. Apalagi untuk sektor Mikro Asuransi yang baru – baru ini ingin di garap lebih serius oleh pihak swasta, karena menurut pihak swasta sektor ini masih blum terjamah oleh pihak siapapun. Mengenai sektor ini terdapat dua inti tahap penjelasan yang harus dipahami, yaitu pengertian asuransi secara umum itu sendiri serta penjelasan dari segi mikro, dan itu merupakan suatu hal yg perlu di fokuskan untuk menjadi pekerjaan tersendiri bagi perusahaan asuransi yang menggarap sektor mikro asuransi tersebut

Langkah apa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan Mikro Asuransi?
Langkah yang perlu kita lakukan untuk mengembangkan Mikro Asuransi ini adalah dengan cara melakukan sosialisasi ke tingkat basis (Masayarakat di tingkat RT / RW / Kelurahan), soaialisasi di tingkat sekolahan, soaialisasi di tingkat perguruan tinggi, mengadakan gathering tentang Mikro Asuransi ini, edukasi ke perguruan tinggi baik melalui seminar atau kuliah umum, mengadakan iklan di media cetak maupun elektronik, mengadakan pameran di mal-mal serta dengan cara-cara lainnya. Hal yang paling penting dalam sosialisasi ini kita berharap peran serta mahasiswa dan pemerintah selaku regulator dalam ekonomi mikro ini bisa menyampaikan ke masyarakat mengenai Mikro Asuransi ini yang hasil akhirnya nanti adalah untuk meningkatkan kesadaran berasuransi dalam masyarakat menengah – kebawah, bahwa Mikro Asuransi itu penting sebagai alat perencana keuangan.

Bagaimana dengan dukungan regulasi tentang Mikro Asuransi ini?
Walau belum ada UU Mikro Asuransi ini, mudah-mudahan dalam waktu dekat ada regulasi khusus yang mengatur asuransi ini. Jadi, kita punya landasan kuat, baik dari sisi regulator, pelaku, dan masyarakat ada kepastian bahwa inilah aturan mainnya. Tetapi, saya sambut positif perbaikan regulasi karena pemerintah sudah mulai mempertimbangkan bahwa bisnis mikro asuransi ini juga penting.

Kesimpulan Saya mengenai Mikro Asuransi?
Pasar bidang Mikro Asuransi ini sangat besar dan peluang untuk menggarap potensi di bidang ini untuk kedepan sangat menjanjikan dikarenakan jumlah penduduk Indonesia yang melimpah  serta rata – rata tingkat pendapatan penduduk yang masih berkisar pada rataan menengah-kebawah. Serta tumbuh pesatnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Indonesia, serta regulasi yang diberikan pemerintah terhadap sector ini menunjukkan ke arah yang lebih baik, disini kunci bisnis Mikro Asuransi agar dapat berjalan dengan baik adalah perlunya sosialisasi ke masyarakat menengah kebawah yang memiliki bisnis usaha di sector UMKM dan bisnis Mikro ekonomi lainnya bahwa Mikro Asuransi sangat penting untuk memberikan proteksi dalam menunjang bisnis UMKM dan Mikro Ekonomi lainnya dengan segala resiko yang dimilikinya

Advertisements

"Senjata Ampuh Indonesia Yang Namanya UMKM" ( Usaha Mikro, Kecil dan Menengah )

Oleh : Artanto Budi Nugroho

Ada tiga alasan utama kenapa ekonomi rakyat merupakan suatu isu penting di dalam perekonomian Indonesia :
1. Kemiskinan hingga saat ini masih merupakan salah satu masalah serius
2. Masalah pengangguran yang juga sulit dituntaskan
3. Suberdaya Manusia Indonesia yang melimpah dan kurangnya ketersediaan lapangan kerja
Pendefinisian ekonomi rakyat hingga saat ini belum tuntas. Apa yang dimaksud dengan ekonomi rakyat? Siapa yang termasuk rakyat dan siapa yang tidak? Apakah seorang konglomerat berwarga negara dan tinggal di Indonesia bukan termasuk rakyat, sehingga perusahaannya tidak dianggap ekonomi rakyat?. Namun ada semacam kesepakatan umum bahwa usaha-usaha yang masuk di dalam kategori ekonomi rakyat adalah usaha mikro (UMI), usaha kecil (UK), atau gabungan usaha mikro dan kecil (UMK). Perusahaan tersebut pada umumnya tidak terdaftar, tidak memiliki izin usaha. Kebanyakan dari UMK digolongkan sebagai sektor informal.
saya sebagai anak muda sangat prihatin dengan kondisi indonesia saat ini, terutama bidang pendidikan yang saat ini kalo saya liat hanya berbasis ilmu ukur saja ilmu nyata (praktek lapangan) sangat jarang sekali di ajarkan. padahal ilmu nyata sangat penting juga untuk di ajarkan ke pada generasi2 penerus bangsa, kebanyakan bisanya menganalisi saja tapi gax bisa mempraktekannya di dunia nyata terutama bidang ekonomi kerakyatan khusunya Kewirausahaan berbasis UMKM.
menanggulangi kemiskinan dan pengangguran cara terbaik adalah dengan menumbuhkan jiwa UMKM kepada masyarakat, bayangkan dengan banyaknya jumlah penduduk di indonesia maka peluang itu sangat terbuka lebar, klo pemerintah serius menerapkan ini maka roda perekonomian di tingkat masyarakat bawah (entry level) akan berputar dan kemiskinan bisa di kurangi dan Masyarakat akan bisa membiayai kebutuhannya sehari2 tanpa mengandalkan orang lain dan menciptakan peluang ekonomi sendiri.
penerapan umkm sebenarnya mudah klo memang digarap secara serius oleh pemerintah. disini fungsi pemerintah adalah sebagai agen pemberdayaan masyarakat dan regulator. Agen pemberdayaan masyarakat ini memiliki fungsi untuk merubah main set (pola pikir) masyarakat miskin jadi masyarakat yang produktif. disini funsi pemerintah adalah mengajarkan bagai mana cara berwirausaha yang baik dan berkelanjutan, bagaimana memanagenya supaya tetap berputar melawan arus waktu dan persaingan, bagaimana mencari sumber dana untuk lebih mengembangkannya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu dan itu klo serius di tangani maka perekonomian indonesia suatu saat nanti akan seperti CHIna, sedangkan dari sisi regulator adalah sebagai pengampu kebijakan yang diharapkan mampu mengatur dan memberi dukungan terhadap alur keberlangsungan UMKM di indonesia.
misalnya : ada masyarakat miskin atau pengangguran dia mau berusaha dan serius keluar dari jurang kemiskinan tetapi masyarakat tersebut tidak tau akses bagaimana dapat mengeluarkannya dari kemiskinan ini mau pinjem dana di bank swasta sangat sulit karena tdk memiliki jaminan utang yang diminta bank, pinjam sana sisi gx noleh karena orang miski takut gax bisa bayar, maka disinilah peran pemerintah sangat penting sebagai regulator dan fasilitator, regulator adalah sebagai penentu kebijakan ekonomi mikro, misalnya : pemerintah mengeluararkan kebijakan tentang kredit lunak untuk UNKM, adanya Program Pengentasan Kemiskinan, adanya Kredit Usaha Rakyat, dsb. sedangkan fasilitator adalah dimana pemerintah sebagai agen yang memfasilitasi masyarakat untuk mau keluar dari yang namanya miskin. misalnya : pemerintah secara berkelanjutan mengadakan pelatihan-pelatihan wira usaha, pelatihan keterampilan, pelatihan bagaimana cara menjual produk yang baik, dsb. semua itu sebenarnya sudah ada tetapi tingkat keseriusan untuk mengelolannya untuk saat ini yang sangat rendah karena fokus utama pemerintah bukanlah pengentasan kemiskinan, terbukti dari urutan klasifikasi program MDG,S (Milllenium Development Goal’s) pemerintah yang menempatkan pemberantasan kemiskinan ada di urutan no 4 di bawah reformasi birokrasi, pendidikan nasional dan kesehatan masyarakat.
Salah satu kunci keberhasilan usaha mikro, kecil dan menengah adalah adalah tersedianya pasar yang jelas bagi produk UMKM. Sementara itu kelemahan mendasar yang dihadapi UMKM dalam bidang pemasaran adalah orientasi pasar rendah, lemah dalam persaingan yang kompleks dan tajam serta tidak memadainya infrastruktur pemasaran. Menghadapi mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif, penguasaan pasar merupakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing. Oleh karena itu, peran pemerintah diperlukan dalam mendorong keberhasilan UMKM untuk memperluas akses pasar, membantu memfasilitasi pendanaan, dan memperluas market sharenya dengan dibuktikan oleh regulasi dan kebijakan2 yang pro UMKM.
Kegagalan pola pembangunan ekonomi yang bertumpu pada konglomerasi usaha besar telah mendorong para perencana ekonomi untuk mengalihkan upaya pembangunan dengan bertumpu pada pemberdayaan usaha kecil dan menengah. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis
Untuk itu diperlukan upaya untuk meningkatkan akses UMKM pada informasi pasar, lokasi usaha dan jejaring usaha agar produktivitas dan daya saingnya meningkat, permodalan serta akses pasar . Maka dari itu menuntut adanya peran dan partisipasi bebagai pihak terutama pemerintah dan kalangan perguruan tinggi untuk membantu dan memfasilitasi akses informasi bagi para UMKM yang sebagian besar berada di daerah pedesaan atau kota-kota kecil.
bayangkan jika satu KK memiliki satu UMKM dan usaha itu dapat berkembang baik maka saya yakin pengentasan kemiskinan bukanlah hal yang mustahil dilakukan walopun tidak sepenunya hilang paling tidak bisa mengurangi banyak yang namanya kemiskinan
Merupakan suatu realitas yang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) adalah sektor ekonomi nasional yang paling strategis dan menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga menjadi tulang punggung perekonomian nasional. UMKM juga merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian di Indonesia dan telah terbukti menjadi kunci pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis ekonomi, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis
Itu artinya, usaha mikro yang memiliki omset penjualan kurang dari satu milyar, dan usaha kecil memiliki omset penjualan pada kisaran satu milyar, serta usaha menengah dengan omset penjualan di atas satu milyar pertahun, memiliki peran yang sangat besar dalam proses pembangunan bangsa ini.
Peran usaha mikro, kecil dan menengah dalam perekonomian negara sangat penting dan strategis, karena telah terbukti menjadi penyelamat perekonomian pasca krisis dan menjadi penyedia lapangan kerja terbesar. Tersedianya lapangan kerja dan meningkatnya pendapatan diharapkan akan membantu mewujudkan masyarakat Indonesia yang aman dan damai; adil dan demokratis; serta sejahtera. Sehingga sektor UMKM perlu menjadi fokus pembangunan ekonomi nasional masa mendatang.
UMKM yang tangguh dan tersebar di seluruh penjuru tanah air merupakan modal besar dalam memelihara dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. Dukungan terhadap sektor ini sekaligus dapat mengurangi dan menetralisir dampak negatif yang telah ditularkan oleh negara maju yang berbasis kapitalisme, yaitu semakin melebarnya kesenjangan ekonomi antar kelompok masyarakat (yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin). Kemudahan dan ketersediaan informasi pasar bagi UMKM akan sangat membantu mengembangkan usahanya. Jika informasi pasar sudah dapat diakses dengan mudah dan cepat, paling tidak akan menumbuhkan motivasi bagi para pelaku UMKM untuk menjalankan usahanya dengan lebih serius, sehingga UMKM berkembang lebih maju. Kemajuan UMKM berarti kemajuan bagi perekonomian negara, sehingga menumbuhkan kemandirian bangsa agar dapat lepas dari jeratan neo kolonialisme dan kapitalisme global yang di dengung-dengungkan negara barat.

Konsep Manajemen Terbuka Dengan Tata Kelola Berbasis MP3 (Manajemen Pengelolaan Permasalahan Perusahaan)

Oleh: Artanto*

Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi serta tempat berinteraksi antara karyawan, manajemen dan bos pemilik perusahaan Setiap perusahaan memiliki visi dan misi dari keberadaannya. Visi dan misi tersebut merupakan pernyataan tertulis tentang tujuan-tujuan kegiatan usaha yang akan dilakukannya. Tentunya kegiatan terencana dan terprogram ini dapat tercapai dengan keberadaan sistem tatakelola perusahaan yang baik. Disamping itu perlu terbentuk kerjasama tim yang baik dengan berbagai pihak, terutama dari seluruh karyawan dan top manajemen.

Sistem tatakelola organisasi perusahaan yang baik ini menuntut dibangunnya dan dijalankannya prinsip-prinsip tata kelola perusahaan dengan system yang berbasis Good Corporate Governance (GCG) dalam proses manajerial perusahaan. Dengan mengenal prinsip-prinsip yang berlaku secara universal yang ada dalam GCG ini diharapkan perusahaan dapat hidup secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi para stakeholdernya.

Prinsip2 GCG tersebut antara lain :

1. Akuntabilitas (accountability)

2. Pertanggungan-jawab (responsibility)

3. Keterbukaan (transparancy)

4. Kewajaran (fairness)

5. Kemandirian (independency)

Ketika membaca prinsip-prinsip tersebut semuanya memang sangat diperlukan dalam tata kelola perusahaan yang baik, namun timbul pemikiran dibenak saya adakah sitem tatakelola perusahaan yang baik untuk mendampingi system GCG tersebut agar bisa lebih sempurna dalam pengelolaan perusahaan ?????? karena sehebat apapun sistem pengelolaan perusahaan berbasis GCG pasti juga akan kerepotan ketika salah satu atau semua prinsip itu mengalami masalah yang tak kunjung bisa di pecahkan.

Karena masalah perusahaan itulah dalam benak pemikiran saya timbul suatu konsep pendamping GCG dalam tatakelola perusahaan yang baik dan sangat mudah dalam pengaplikasiannya, konsep itu adalah : “ Konsep Manajemen Terbuka dengan tata kelola berbasis MP3 ( Manajemen Pengelolaan Permasalahan Perusahaan )”

Kosep ini didasarkan atas bagaimana manajemen perusahaan mau terbuka dengan jujur kepada komisaris atau pemilik perusahaan untuk membongkar seluruh permasalah yang timbul yang dapat menghambat serta menghancurkan suatu perusahaan demi kemajuan perusahaan.

Menurut saya suatu permasalahan perusahaan yang timbul baik itu yang ringan ataupun berat merupakan salah faktor positif bukan faktor negative yang dapat membuat perusahaan dapat lebih berkembang dan tahan banting asalkan permasalahan tersebut dapat dikelola dengan baik.

Kita masuk ke inti tulisan ????
Saya kasih ilustrasi sesuai dengan kemampuan otak saya aja yah ( ntar klo dipaksa mikir yg brat2 bisa sakit ni otax mlah ntar ngrepotin gwe … hehehehehe)

Kita mulai dari apa sebenarnya pengertian masalah
Masalah itu apa sih ???? Masalah adalah suatu kendala atau persoalan yang harus dipecahkan dengan kata lain masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik, agar tercapai tujuan dengan hasil yang maksimal.

Dalam struktur organisasi perusahaan pasti di situ terdapat direktur dan divisi2 pelaksana tugas (Missal div. keuangan, marketing, dll ) sesuai dengan kemampuan dan tingkatanya masing2

Dalam setiap tahapan struktur organisasi diatas pasti akan ada masalah yg timbul dalam tatacara pengelolaan perusahaan gx mungkin tidak….bohong klo tdk ada masalah ..emangnya perusahaan yg diderekturin tuhan apa !!!!!! baru saya percaya gx ada masalah.

Inti disini Kita akan membahas permasalahan yg timbul yg dapat mengakibatkan perusahaan bergerak maju – mundur nih baik di tingkat manajemen atas dan menengah “klo manajemen bawah (karyawan produksi) gx di ikutkan karena biasanya faktor SDM biasanya kurang ni bukannya meremehkan loo (pokoknya positif thingking aja ya)” dengan kosep manajemen terbuka inilah maka seluruh pelaku usaha dapat berperan aktif dalam menyeleseikan permasalahan ataupun dalam perencanaan kegiatan perusahaan …saya jamin top dah …

Tujuannya tu konsep adalah : klo ini secara umum lho… klo mau lebih spesifik dapat di break down sendiri lg di tiap2 divisi yahhh..

Ini tujuannya sebenarnya kosep saya :

1. Seluruh pelaku kegiatan di perusahan dapat ikut urun rembug dalam menyeleseikan segala permasalahan perusahaan (kayak musyawaroh dikelurahan ato di RT/RW gtuhhh)

2. Pelaku perusahaan dapat memiliki rasa lebih atau rasa memiliki bahwa perusahaan ini menghargai pendapatnya dan istilahnya “saya ikut andil dalam setiap kemajuan atau kemunduran perusahaan” ….. jadi rasa kecintaan terhadap perusaahan akan lebih terpupuk Atau istilanya lagi : susah bareng2 – seneng juga bareng2 tapi tetep dengan itung2ngan lhooo…

3. Para pelaku perusahaan dapat memberikan pemikiran2 positif dalam rangka membuat perusahaan ini menjadi lebih baik, baik saat terjadi permasalahan ataupun saat perencanaan perusahaan karena bagaimanapun hasil pemikiran atau ide2 org banyak lebih baik dari pada pemikiran atau ide2 dari segelintir pelaku perusahaan (hanya jajaran pak bos aja gtuh)

4. Pelaku perusahaan akan lebih kompak dan dapat membentuk the winning tim dalam perusahaan akibat segala sesuatu di seleseikan secara bersama-sama (kyak pas musyawaroh pas bahas sesuatu enaknya ni masalah mo diapain dan di selesein bagama nih) baik tingkat atas ataupun menengah

5. Sikap saling menghargai dan melengkapi disitu akan muncul karena satu sama lain sudah pada angep temen jd sodara sendiri

6. Para pelaku perusahaan dapat bersaing secara sehat dalam bidang apapun (bersaing secara positif lhoo) dan akibat arena persaingan itu kinerja perusahaan juga akan meningkat.

7. Mendorong dan menciptakan interaksi yang kondusif antar berbagai pelaku perusahaan

8. Perusahaan diuntungkan karena dapat menentukan dan menilai mana pelaku perusahaan yg memiliki prospek bagus ataupun tidak sebagai akibat dari diskusi atau pemikiran2 rasional yn muncul pada masing2 pelaku perusahaan ( maksudnya pencarian bibit unggul perusahaan )

9. Ini yang terakhir jarak pemisah antara pak bos dengan bawahan akan menjadi lebih fleksibel tanpa mempengaruhi jabatan struktural antara pak bos dan karyawannya ” ya intinya secara emosional bias lebih dekat antara pak bos dengan bawahannya tanpa mempengaruhi jabatan structural yg ada”.

Kesimpulan Utama = disini yang diuntungkan = adalah : Perusahaan

Dengan dasar :

1. Karyawan akan lebih mencintai perusahaannya sendiri dan tidak rela klo perusahannya bangkrut

2. Perusahaan yang diuntungkan karena dapat menghasilkan solusi dalam menyeleseikan masalah secara maksimal atau perencanaan perusahaan yang secara maksimal juga

3. Kinerja perusahaan akan meningkat akibat persaingan yg sehat antar karyawan

4. Kekompakan perusahaan akan lebih terjaga dan malah bisa mengalami peningkatan tuh

5. Meningkatkan kreatifitas karyawan

6. Sikap saling merhargai antar pelaku usaha akan terpupuk

7. Distu akan memupuk rasa persatuan dan kesatuan walopun beda etnis (isu sara pun tidak akan mampu memecahkan tali persaudaran para pelaku usaha)

8. Perusahaan akan lebih mudah mengontrol karyawannya

9. Segala kebijakan perusahaan merupakan yang terbaik karena hasil dari pemikiran orang banyak tanpa mempengaruhi kebijakan2 inti yg dubuat oleh top manajemen, ya intinya bisa sebagai dasar pertimbangan pada saat pembuatan kebijakan penting perusahaan

10. Efisiensi prusahaan kayaknya bisa diminimalisir deh “ya klo yg pake konsulta n Makalangsung distop tu konsultan karena perusahaan bisa mengatasi segal permasalahannya secara sendiri dan alami tanpa bantuan org lain, kan itu bisa ngirit soalnya biaya konsultan kan mahal…hehehe

11. Dan ketika seluruh elemen perusahan bersatu makan kekuatan perusahaanpun akan besar “kayak perang kemerdekaan th 45 Republik Indonesia gtu” dan istilah : bersatu kita teguh bercerai kita kawin lagi …hehehehe

NB : 1. ini secara umum lhoo “klo pengen di breakdown ke tingkat2 divisi perusahaan juga

bisa”

2. Klo mau ada yg nambahin atau revisi boleh juga ,,,,,, kan open sours….

3. Klo ada salah2 kata mohon maaf ya ….. hehehe

sumber gambar

*) Mahasiswa jurusan debet kredit di UNDIP