Kebun Emas, Bertani Emas, investasi pintar emas, untung besar emas, bercocok tanam emas … Whatever you call it lah …

Oleh: Munadi

Gober Bebek adalah tokoh fiktif kartun yang sangat inspiratif. Ketika anak-anak saya amat menikmati komik mengenai Gober, Donal dan ketiga ponakannya Kwik, Kwek dan Kwak. Gober adalah seorang milioner di kota bebek, ia memiliki harta kekayaan yang melimpah dari usahanya. Seluruh keuntungannya disimpan dalam koin emas dan ditempatkan di gudang emasnya yang terletak di puncak bukit. Beragam sistem keamanan dipasangnya untuk mencegah gerombolan Si Berat yang selalu berusaha mencuri hartanya. Gober amat perhitungan terhadap hartanya, namun meskipun demikian baginya keluarga tetap prioritas utama diatas hartanya.
Investasi Emas
Di kota bebek berbagai sistem transaksi diberlakukan. Sebagian besar transaksi ekonomi dilakukan dengan menggunakan uang kartal dan koin emas. Adapun sistem barter tetap berlaku namun sudah jarang ditemukan karena alasan efisiensi. Jauh di negeri seberang kota bebek, di negeri dongeng transaksi emas dan barter sudah amat langka, di negeri dongeng teknologi keuangan sudah amat maju sehingga emas pun karena scarcity-nya sudah jarang dijadikan alat pembayaran. Di negeri dongeng uang kartal dan giral menjadi alat pembayaran utama.

Jalan-jalan di kota bebek berisi para pembeli dan penjual yang bertransaksi ekonomi. Transaksi masih cukup sederhana karena mata uang di kota bebek hanya ada 1 yaitu emas. Nilai dari suatu uang sama antara nilai instrinstik dan nilai nominalnya. Masalah utama di kota bebek adalah mencegah para penjambret dan perompak seperti kelompok Si Berat karena mereka suka mencuri uang dari masyarakat.

Kegiatan transaksi di negeri dongeng jauh lebih modern. Sebuah transaksi triliunan rupiah dapat terjadi hanya dalam hitungan detik saja. Uang dan barang amat mudah berlalu lalang dengan tingkat perputaran yang tinggi. Berbeda dengan di kota bebek orang-orang di negeri dongeng tidak begitu takut dengan perampok pasar seperti halnya Si Berat. Orang-orang di negeri Dongeng takut dengan perompak yang tak terlihat dikarenakan mata uang mereka yang nilai nominalnya tak sebanding dengan nilai intrinstiknya. Perompak itu sering dibilang inflasi karena semakin besar inflasi maka nilai mata uang masyarakat semakin kecil. Oleh karenanya pemerintah negeri Dongeng selalu memikirkan inflasi dan bagaimana mencegahnya.

Suatu ketika Gober sebagai orang terkaya di negeri bebek mendengar isu bahwa masyarakat negeri dongeng memiliki cara investasi emas. Isu itu menyebutkan bahwa investasi ini amat aman dan bebas risiko. Isu tersebut memikat perhatian gober karena gober dapat menginvestasikan hartanya dan dapat bertambah tanpa risiko. Oleh karenanya gober mengirimkan keponakannya Donal untuk mencari informasi tersebut di negeri dongeng

BerKebun Emas
Kebun Emas, Bertani Emas, investasi pintar emas, untung besar emas, bercocok tanam emas … apalah itu panggilannya Donal tetap mencari tau. Akhirnya Donal menemukan seseorang yang melakukan kegiatan investasi tersebut. Sebelumnya Donal juga membaca banyak buku tentang hal ini yang banyak ditemukan di toko-toko buku.
Tahap pertama dalam investasi emas adalah membeli emas. Emas memiliki 3 jenis, emas batangan, emas perhiasan dan emas koin. Yang umum dilakukan untuk investasi adalah emas batangan. Emas batangan dapat dibeli dengan mudah di toko emas atau jika ingin aman dapat dibeli langsung di anak perusahaan PT Aneka Tambang. Pembelian di anak perusahaan ANTAM mudah karena dapat dibeli dalam jumlah gram dan karat sesuai keinginan pembeli dan yang lebih penting memiliki sertifikat keaslian emas yang tertera di emas batangan dan di sertifikatnya. Kemudahan dalam membeli emas pun sekarang sudah dapat dilakukan dengan mencicil pembelian emas melalui Bank Syariah dan Pegadaian.
Tahap selanjutnya adalah dengan menggadaikan emas yang dibeli, kemudian mengulangi dari tahap pertama. Umumnya menggadaikan emas akan mendapatkan uang sebesar 80% dari harga emas. Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli emas lagi. Menggadai dinilai aman untuk menyimpan barang karena barang hanya akan disimpan dan tidak diusik. Biaya yang dikenakan pegadaian umumnya sekitar Rp 3.000 per gram emas per bulan.
Karena ingin merasakannya, dengan uang 8.000.000 Donal mencoba mensimulasikan cara ini. Diketahui bahwa harga emas saat ini 500.000/gram.
(1) Membeli Emas 10 gram
Harta = 10g emas(5 juta) ; Kas = 3 juta
(2) Menggadaikan Emas
Harta = 10g emas(gadai); Kas = 3 + 4(80%x5juta) = 7 juta
(3) Beli emas 10g lagi
Harta = 10g emas(gadai) 10g emas(5 juta); Kas = 2 juta
(4) dan seterusnya ikuti langkah diatas hingga akhirnya didapat
Harta = 30g emas(gadai), 10g emas(ditangan); Kas = 0
Secara teori akuntansi maka aset dalam waktu singkat telah membengkak menjadi 20 juta atau sebesar 2,5 kali lipat dari modal awal 8 juta. Kondisi persamaan akuntansi menjadi H(20 juta) = U(12juta) + M(8juta)
Donal tahu bahwa berdasar gambar grafik diatas, emas selalu mengalami kenaikan luar biasa. Maka jika diasumsikan harga pertahun emas mengalami kenaikan 30%, tahun depan uang Donal akan menjadi:
Harga Emas Donal tahun depan = (500ribu x 130% ) x 40g = 26juta
Ongkos bayar gadai sampai tahun depan = 30g x 3 ribu x 12bulan = 1.080.000,-
Kemudian Donal meliquidkan seluruh emasnya dengan mencairkan emas ditangannya kemudian mengambil emasnya di pegadaian dan seterusnya :
(1) Menjual emas ditangan
H = 30g emas(gadai); Kas = 10gx(500rbx130%) = 6,5 juta
(2) Mengambil emas yang digadai
H = 20g emas(gadai), 10g emas(ditangan); Kas = 6,5-4 = 2,5 juta
(3) dan seterusnya meliquidkan dan mengambilnya lagi sehingga posisi terakhir menjadi:
Kas= 14 juta, ongkos gadai yang harus dibayar = 1.080.000
Secara keuangan dengan modal 8 juta dalam setahun Donal untung 4,92 juta. ROI = 61.5 %!
(?) Kebun Emas = Investasi (?)
Tibalah hari bagi Donal untuk melaporkan hasil pengamatannya kepada Gober. Gober meminta Donal untuk menjelaskan kepadanya hasil laporannya mengenai mekanisme kebun emas serta meminta pendapat donal secara pribadi mengenai investasi ini.
Dengan kepala tegak dan suara yang mantap donalpun berkata:
Investasi emas pada dasarnya adalah sebuah bentuk hedging terhadap nilai mata uang. Seseorang yang menyimpan kekayaannya dalam bentuk emas bertujuan untuk menghindari dari dampak inflasi yang secara tidak langsung mengurangi nilai kekayaannya. Oleh karena itu investasi emas amatlah dianjurkan.
Berbeda dengan berkebun emas. Memang secara umum berdasarkan fatwa MUI mengenai rahn, menggadaikan emas diperbolehkan. Tapi saya menilai bahwa mekanisme kebun emas ini mengandung beberapa hal yang tidak bermanfaat dan cenderung mengancam perekonomian.
Alasan pertama saya adalah karena berkebun emas ini meningkatkan Lazy Money (non productive) yang tidak berpengaruh pada perekonomian. Mekanisme kebun emas membuat yang tadinya uang yang tidak produktif menjadi berlipat. Alangkah baiknya kita tidak menyimpan banyak kekayaan dan menggunakannya untuk kegiatan produktif yang meningkatkan perekonomian seperti berdagang. Kebun emas menjadikan uang non produktif bertambah serta membuat seseorang menjadi pemalas dan tak mau bekerja.
Alasan kedua adalah Speculation. Emas yang digadaikan harganya bergerak dengan sendirinya. Padahal dalam suatu investasi penting sekali bagi investor untuk memiliki kendali atas investasinya agar investasinya itu diarahkan kearah positif. Sehingga dalam kaitan ini mekanisme kebun emas mendorong pada kegiatan yang spekuatif, sedang kegiatan yang spekulatif selain dilarang pada sebagian besar agama juga memiliki risiko yang tinggi.
Alasan ketiga mengenai sense of belonging. Apa yang akan terjadi jika ternyata harga emas turun? Tentu saja Donal mencairkan emas ditangan untuk menghindari kerugian yang lebih parah, tapi selanjutnya Donal tidak akan mencairkan emasnya yang digadaikan. Untuk apa Donal mencairkan emas yang digadaikan jika rugi, biarkan saja dan donal bebas dari jeratan hutang karena emas itu kemudian akan dilelang karena Donal dianggap tidak mampu membayar. Inilah masalahnya, Donal akan menilai bahwa emas atau uang itu harganya berarti jika menguntungkan dan tak berarti jika merugikan. Ini akan melemahkan nilai uang, padahal uang seharusnya tidak kita pandang sebagai sebuah lembar nominal atau kertas tapi lebih dari itu, kita harus melihat uang sebagai rezeki yang harus disyukuri karena mendapatkannya tidak mudah dan melepasnya hanya untuk kebaikan.
Selesai penjelasan Donal, maka Goberpun tidak jadi mengikuti investasi emas tersebut. Gober lebih memilih untuk mengeluarkan kekayaannya untuk kegiatan bisnis yang bersifat produktif. Gober pun cukup bangga pada Donal, tidak rugi Donal kuliah di fakultas ekonomi untuk memahami mekanisme kebun emas. Tapi tetap saja Donal sudah semester 9 dan belum lulus. Cepatlah lulus Donal ;p