Tiga Saudara Kandung

Bila kita mendengar fakultas ekonomi, secara umum akan muncul pertanyaan: jurusan apa? Akuntansi atau manajemen? Atau Ilmu Ekonomi? Ya, mungkin juga ada yang beranggapan bahwa di fakultas ekonomi hanya ada dua jurusan: akuntansi dan manajemen.
Apa yang ingin saya bahas? Benarkah mereka tiga saudara kandung? Siapa mereka? Mereka adalah: akuntansi, manajemen, dan ilmu ekonomi. Benarkah di dunia ini ada satu pohon bernama ilmu pengetahuan, berdahan bermacam ilmu (satunya bernama ekonomi), lalu mereka bertiga saudara kandung yang cabang dari dahan bernama ekonomi? Lalu, apakah akuntan itu ekonom, pengusaha itu ekonom, auditor itu ekonom, manager itu ekonom, markerter itu ekonom? Apakah Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi adalah Tiga Saudara Kandung?
Sebelumnya tak ada yang menggugah pikiran saya tentang hal itu, “ya demikianlah” bahasa gampangnya. Sampai suatu saat seorang dosen berceloteh bahwa konsep tiga saudara dalam satu fakultas tersebut rancu. Menurut beliau, di luar Indonesia, fakultas ekonomi ya isinya hanya jurusan Ilmu Ekonomi. Bila hal ini telah diterapkan sejak awal maka nggak akan ada kisah suram yang dialami seorang mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi. Jurusan akuntansi dan manajemen di mana dong? Dua saudara ini di bawah Fakultas Bisnis.
Jadi, apa bedanya ekonomi dan bisnis? Saya kutip dari wikipedia sebagai berikut: “Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Tentang bisnis, wikipedia menuliskan bahwa bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Ditambahkan pula informasi bahwa, studi yang mempelajari bisnis secara efisien dan efektif disebut dengan manajemen. Kalau saya boleh menambahkan sendiri, studi yang mempelajari cara mendokumentasikan transaksi bisnis hingga melaporkannya ya yang kita sebut sebagai akuntansi. Lalu bisnis-bisnis yang ada membentuk ekonomi suatu daerah/kota/negara/dunia melalui produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa yang dilakukan. Ya, memang nyambung sih bisnis dengan ekonomi, seperti kata anak muda jaman sekarang: jelas beda doooong bebek sama kuda (untuk contoh ini lebih masuk bila yang dibandingkan bebek dengan angsa), walaupun nyambung kan kalau kita bilang mereka hewan?
Dengan landasan pemikiran ini pula, FE UGM berubah menjadi FEB UGM (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), dan saya berada di sana saat perubahan itu terjadi. Nggak umum dengan FEB karena di Indonesia umumnya FE? Haiz, umum bukan berarti benar bukan? Bila kita membenarkan sesuatu karena hampir semua orang begitu, itu hanya berstratagem (istilah ini memang belum terkenal). Bila kita membenarkan sesuatu karena secara logika itu memang benar, itu baru berargumen.
Jadi, ekonom gila mau ikut berubah jadi ekonom dan pebisnis gila? Hahaha… menurut saya ini pertanyaan yang sama kepada KFC: apakah KFC mau berubah menjadi Kentucky Fried Chicken and Rice and Burger and (you named it). Kadangkala sebuah brand memang nggak sepenuhnya menggambarkan keseluruhan, seperti buku antologi kadang dijuduli salah satu cerita yang paling menarik.

var elemDiv = document.getElementById(“fbcomments”); var markup = ”; markup += ”; elemDiv.innerHTML = markup; FB.XFBML.parse(elemDiv);