Belajar Dari Pengemis

Oleh: Rizky Kuncoro Hadi*)
Saya kira, Anda tidak pernah tidak melihat yang namanya pengemis. Sebelum melanjutkan tulisan ini, izinkan saya memberikan satu pertanyaan, “Apa yang Anda pikirkan ketika menjumpai pengemis di perempatan jalan atau di lokasi umum lainnya?”
Mungkin ada di antara pembaca yang sependapat dengan saya, bahwa jadi pengemis bisa kaya dalam waktu singkat. Gak percaya? Yuk kita buktikan dengan matematika pengemis.
Asumsi :
  • Pengemis bekerja di perempatan traffic light.
  • Pergantian traffic light semenit 2x.
  • Setiap pergantian traffic light dapet Rp 1.000,- (minimal)
  • Dinas selama 8 jam sehari, 30 hari sebulan.
Matematikanya :
  • Semenit                      : 2 x Rp 1.000            = Rp         2.000
  • Sejam                         : 60 x Rp 2.000          = Rp      120.000
  • Sehari                         : 8 x Rp 120.000        = Rp      960.000
  • Sebulan                      : 30 x Rp 960.000       = Rp 28.800.000
Gilaaa,,, dalam sebulan seorang pengemis yang disiplin untuk mencapai target kerja dengan asumsi di atas bisa dapet penghasilan 28jt-an. Gaji seorang manajer di perusahaan besar.
Mungkin anda akan berpikir, wuiihhh enak bener ya jadi pengemis! Bisa kaya dalam waktu sebulan, bahkan dalam waktu setahun bisa beli rumah. Bukan sekedar cerita fiksi, tapi saya dengar langsung dari kawan yang punya tetangga seorang pengemis dan punya rumah dari hasil ngemisnya. Sebenernya apa sih rahasia sukses pengemis yang bisa kita pelajari terlepas dari keburukan pekerjaan mengemis itu sendiri.
1. Gak Gengsi
Saya yakin tidak ada pengemis yang gengsi ketika menjalani profesinya. Kalo gengsi mereka gak akan ngemis. Kenapa karena mereka sudah terbiasa ngemis sejak kecil (bahkan sejak usia balita) dan pada saat itu mereka belum ngerti “makanan” apa tuh yang namanya “gengsi”. Oleh karena itu, bagi anda yang mau sukses, tinggalkan istilah gengsi.
2.  Disiplin & Gigih
Ya, untuk profesi yang mereka jalani jika ingin mendapatkan 28juta-an sebulan mereka harus disiplin dengan target yang ingin dicapai dan gigih berusaha untuk mendapatkan Rp2.000,- setiap menitnya dari setiap pengguna jalan yang berhenti di perempatan traffic light. Jadi tak ada kesuksesan tanpa kerja disiplin dan gigih.
3. Kreatif
Biasanya pengguna jalan akan memberikan uang kepada orang yang terlihat sangat perlu dikasihani. Nah hal ini dimanfaatkan oleh pengemis untuk berkreatifitas. Mereka melakukan segala cara untuk menjadi pengemis yang patut dikasihani. Misalnya pura-pura kaki buntung dengan membuat kaki kanan seolah terputus dengan perban dan darah merah yang terlihat. Seorang yang ingin sukses harus kreatif memanfaatkan peluang yang ada dengan potensi yang dimilikinya.
Setidaknya 3 hal di atas yang bisa kita pelajari dari seorang pengemis. Selanjutnya, tulisan ini saya tutup dengan hadist yang berbunyi
“Dari Abdullah bin Umar : Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam telah bersabda: “Peminta sedekah tidak akan berhenti dari meminta-minta sehinggalah bertemu dengan Allah dan pada saat itu tidak ada sepotong daging pun di wajahnya.” (HR. Muslim)

*)Ekonom baru gila yang ngurusin sawit di Pekanbaru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s