Cantik Itu Mahal

Cantik itu nggak harus mahal? Itu kan kata iklan. Rambutnya lurus banget, dengan bermodal shampoo. Saya sudah coba sih, namun tidak ada pengaruhnya meskipun pada awalnya rambut saya sudah lurus, tapi nggak bisa selurus itu! Kalau di-smoothing (bedanya tipis dengan bonding) baru deh hasilnya seperti ‘iklan itu’, dan masih belum sebagus iklan itu. Nggak lama efeknya juga hilang dan balik deh lagi ke rambut jelek. Akhirnya saya memutuskan saja untuk berbahagia dengan rambut lurus yang ujungnya lengkung-lengkung.

Beranikah Anda Menghitung Budget Kecantikan Anda Sebulan?
Ha? Saya ternganga membaca judul artikel pada cover majalah FEMINA yang tidak sengaja terbaca oleh saya lantaran tulisan bold dengan warna cerah yang kontras dengan warna cover majalah yang sejajar dengan mata saya. Yang benar saja, itu terasa seperti tantangan untuk mengetahui seberapa-besar-dosa-anda-di-dunia. Saya berlalu dengan alasan mengingat-ingat tujuan saya ke sini adalah untuk menyewa komik bukan majalah, jadi biarlah ada artikel menggelitik begitu saya nggak mau liat!
Namun, tetap saja teringat terus di pikiran – tentang budget itu. Jadi, saya pingin juga tuh baca itu artikel, sayangnya lagi nggak ada yang dicari. Gambaran umumnya sudah ada dong: budget kecantikan sebulan means uang untuk satu bulan yang telah kita persiapkan untuk mencapai “penampilan yang cantik menurut umum”.
Sedikit saya modifikasi menjadi “cantik menurut saya” yang beda tipis doang dengan cantik menurut umum, karena saya mencoba hanya berfokus kepada 1 hal (wajah saja, karena ini saja yang saya pusingkan -> bagaimana bebas dari jerawat, kilap, dan nggak iritasi kemerahan bila kena matahari). Mari kita hitung.
Memberanikan Diri Menghitung 
Seperti yang saya bilang, ini seperti mengetahui seberapa-besar-dosa-anda-di-dunia bagi saya. Apakah maksudnya menggelontorkan budget besar demi kecantikan itu adalah sebuah dosa besar? Ya, sepertinya. Karena dengan demikian ikut membenarkan bahwa cantik itu HARUS mahal.
Sebagai pemilik wajah dengan genre kulit sensitif, seharusnya saya menjalani perawatan ekstra di bawah ahli kecantikan kulit (misalnya: erha atau natasha). Tapi memang dasar saya mempunya mindset nggak bener: nanti ketergantungan dan parahnya saya nggak mau memakai produk yang hanya botol biasa diberi label (memang aneh). Saya lebih merelakan diri dalam aksi trial and error dengan produk kecantikan untuk wajah!
Hampir semua produk yang ada di supermarket telah saya coba, kemudian produk yang ada diisukan ada merkuri, dan terakhir saya menetapkan hati pada produk yang saya akui mahal untuk kantong saya, tapi saya bela-belain! (bagi Anda para pria yang sulit membayangkan, bayangkan saja bagaimana mencari pacar yang cocok, dan kalau udah ketemu berapapun kocek yang harus dirogoh Andapun rela).
Terlepas dari promosi, ini hanya sekedar curhat sambil mengajak merenung. Mari kita menghitung (hanya untuk wajah) dengan sangat mudah. Sebagai perfeksionis merek, saya hanya menggunakan satu merek untuk kebutuhan wajah, kecuali maskara karena belum habis yang lama sehingga belum beli untuk merek yang ini. Caranya: point di kartu member saya sejak Agustus 2010 hingga sekarang = 121 point. Sebelum punya member wajib belanja 500 ribu. Setiap kelipatan pembelanjaan 25 ribu berhak atas 1 point, artinya secara kasar saya sudah menghabiskan 3,525,000 untuk 9 bulan. Rata-rata 391 ribu sebulan. Nggak salah kan kalau saya menamakan rangkaian perawatan wajah dari The Body Shop ini sebagai “bikin kere collection”.
Untungnya, saya nggak ada perawatan khusus lain atau bawel soal merek untuk kebutuhan sabun mandi dan sebagainya. Saya juga bukan pelanggan salon. Jadi, kemungkinan besar maksimal saya menghabiskan rata-rata 500 ribu per bulan. Huah, saya menghirup nafas lega. Paling tidak nggak melebihi budget makan sebagai kebutuhan yang lebih utama.
Jadi, apakah Anda para wanita juga ingin menghitung budget kecantikan sebulan? Benarkah cantik itu harus mahal? Ekonom sekalian pasti dapat melihat bahwa secara efektifitas saya benar, tetapi secara efisiensi saya salah. Terus gimana dong?
Advertisements

7 thoughts on “Cantik Itu Mahal

  1. oh, I looove feminin economist..
    saya juga penasaran sama sunblocknya The Body Shop (Vitamin E moisture SPF 15), pas udah dapet..ternyata bikin jerawat tambah parah.
    kesel karena udah beli mahal-mahal, tapi ada untungnya juga gak cocok..jadinya ga akan ketergantungan.

    oke, maaf jadi curcol.

    beauty is a pain..kadang-kadang memang merasa bersalah karena sudah menghabiskan banyak uang. tapi itu akan setara jika kita mempersembahkannya untuk diri sendiri, tidak demi kesenangan orang lain..
    Saya setuju dengan pendapat, lebih baik kita mementingkan kecantikan dalam..
    tapi bagaimanapun, kepercayaan diri atas kecantikan luar juga tidak dapat dibeli.
    hehe..nice post =)

  2. @dinda: kulit jerawat bisa jd krn 3 hal: pada dasarnya sensitif atau perawatan yg ga proper atau produk yang cocok. yup, mmg trial & error dgn produk yang mahal sekalipun lom tentu cocok, selain kt harus rajin ^^(ampoen ekonom, iya iya ini bukan blog kecantikan… hahaha…)

    @ekonom-ekonom gila: yield dari investasi kecantikan itu tak ternilai (yang jawab sama gilanya), paling tidak ada 1 orang yang akan menghargai ya… diri sendiri ^^ paling ga udah mentok ga bs + cantik, bs good looking aja udah cukup.

  3. Hahahaha ini lagi si ekonom gila malah konsultasi di sini. saia dah coba macam2 obat (terus terang itu cocok2an). nah cara-cara selain obat jerawat boleh di coba: bisa pakai obat tetes mata dgn cutton bud tempelin di jerawat, irisan tomat didiemin di muka, pakai minyak angin cap kapak ke jerawat, pakai bedak bayi di muka sebelum tidur. oh ya, rules yg tak tampak ya: jangan sembarang megang muka dan jgn jadikan kebiasaan pegang muka, sebelum bersiin muka cuci tangan yang bersih, sering ganti sarung bantal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s